Si Mata Biru dari Aceh Lamno

Asimilasi Bangsa Portugis di Indonesia

Si Mata Biru dari Aceh Lamno, ibukota Kecamatan Jaya, yang terletak di pesisir barat Aceh, berjarak 86 kilometer dari Kota Banda Aceh, memiliki keturunan Portugis yang semakin lama semakin berkurang jumlahnya. Meski penduduknya merupakan penduduk asli Jaya, namun mereka mempunyai fisik yang menyerupai orang Eropa yaitu mata biru kecokelatan, hidung mancung, kulit putih, rambut pirang, tinggi, serta para prianya mempunyai bulu tebal di tangan dan dada. Karena keunikannya tersebut, mereka biasa disebut dengan “si Mata Biru” atau “bulek Lamno”.

Kini keberadaan si Mata Biru sudah sangat berkurang jumlahnya akibat tsunami yang melanda Aceh. Mereka terpencar hingga ke Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Meulaboh. Disana mereka menikah dengan penduduk di sekitarnya.


Menurut seorang warga Desa Ujong Muloh bernama Wahidin yang berdarah Portugis, yang dimuat di Radio Nederland, warga Lamno yang ada saat ini merupakan keturunan kedelapan. Di Kabupaten Aceh Jaya, Kecamatan Jaya, dan Kecamatan Idra Jaya, terdapat beberapa desa yang dihuni oleh penduduk keturunan Portugis yang terdampar di daerah Kerajaan Daya pada abad ke-14 sampai ke-16. Meski berwajah Eropa, budaya Aceh dan agama Islam mereka sangat kental.

Adat istiadat mereka sama dengan penduduk Aceh lainnya, hanya berbeda pada dialeknya saja. Penduduk keturunan Portugis tersebut menggunakan dialek bahasa Daya.

Ada dua versi yang menjelaskan asal-usul asimilasi bangsa Portugis dengan penduduk setempat. Versi pertama mengatakan bahwa dahulu kala masyarakat Kerajaan Daya menyelamatkan orang-orang Portugis yang terdampar di perairan Lamno dan menikahkannya dengan penduduk sekitar. Sedangkan versi kedua menceritakan orang-orang Portugis yang datang untuk menjajah Aceh pada 1519 menikah dengan penduduk setempat.

Dari catatan sejarah yang tersimpan di pusat dokumen induk Aceh, Marco Polo dalam petualangannya keliling dunia pada 1292-1295 pernah singgah di Kerajaan Daya. Ia juga menulis buku tentang kebesaran Kerajaan Daya yang berbaur dengan prajurit Portugis di Lamno.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close