Mata Air Kebijaksanaan Sejarah

Mi’raj Dodi Kurniawan

Menarik bahwa sebagai bangsa adidaya zaman ini, patokan kebenaran bagi Amerika Serikat bukan hanya teori koherensi dan teori korespondensi, melainkan juga teori pragmatis.[1] Artinya bagi Negeri Paman Sam, kebenaran bukan hanya pengetahuan yang saling menguatkan dari awal sampai akhir (teori koherensi) dan kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan (teori korespondensi), tetapi juga pengetahuan itu mestilah bermanfaat di tataran praktis (teori pragmatis).

Dengan kata lain, pengetahuan itu harus memiliki kemanfaatan praktis, baik terhadap bidang ekonomi dan politik maupun sosial, budaya, dan pertahanan dan keamanan. Umpamanya, pengetahuan tentang pembuatan bom atom disebut benar jika pengetahuan itu benar-benar dapat membuat bom atom dan bom atom tersebut bermanfaat bagi penguatan sistem pertahanan dan keamanan. Sebaliknya, jika pengetahuan itu tidak memiliki kemanfaatan praktis, maka ia tidak benar.


Jadi dalam pandangan Amerika Serikat, sejarah sebagai ilmu (sistematika pengetahuan) bukan hanya harus memenuhi syarat koherensi dan korespondensi, tetapi juga harus memenuhi syarat pragmatis. Dalam struktur filsafat, subyek dan obyek pengetahuan termaktub dalam ontologi dan metode pengetahuan tertera dalam epistemologi, sedangkan kemanfaatan pengetahuan terdapat pada aksiologi. Artinya kemanfaatan pragmatis pengetahuan terungkap pada aspek aksiologi.

Manfaat Sejarah

Menurut Kuntowijoyo, kenyataan bahwa sejarah terus ditulis orang, di semua peradaban dan sepanjang waktu, sebenarnya cukup menjadi bukti bahwa sejarah itu perlu dan bermanfaat.[2] Artinya ketika tidak terus ditulis orang, di semua peradaban dan sepanjang waktu, tentu dengan sederhana dapat disimpulkan bahwa sejarah itu tak perlu dan tak bermanfaat. Fakta bahwa sejarah terus ditulis orang hingga kini hanya membuktikan bahwa sejarah ini perlu dan bermanfaat.

Dalam tarikan nafas yang sama, penting belaka menguak tabir di balik larangan Ir. Sukarno – proklamator kemerdekaan Indonesia, Presiden RI pertama, dan inisiator Gerakan Non-Blok – perihal sejarah. Kata Sukarno, “Jasmerah! Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah!” Apabila disusun dalam kalimat positif, bunyinya menjadi, “Ingatlah senantiasa kepada sejarah!” Kalau tiada manfaatnya, tentu saja Sukarno tidak akan menyerukan hal itu.

Lalu, pertanyaannya kemudian, apa sajakah manfaat sejarah? Pertanyaan ini bisa saja dijawab ringkas melalui istilah, “History make man wise. Sejarah menjadikan orang bijaksana.” Sebab sejarah menyoal kesinambungan (continuity) dan ketidaksinambungan (discontinuity) masa lampau, masa kini, dan masa depan manusia. Dengan memahami masa lampau, para pengkaji sejarah dapat lebih arif dalam memandang dan menjalani masa kini dan masa depan.

Namun, bagi sebagian kalangan, mungkin saja jawaban tersebut terkesan terlampau ringkas. Oleh karena itu, manfaat sejarah perlu diterangkan lebih rinci. Berikut ini rincian manfaat sejarah yang dimaksud.

Menurut Louis Gotschalk, ada empat manfaat sejarah. Kesatu, rekreatif. Manfaat sejarah sebagai hiburan. Kedua, inspiratif. Sejarah bermanfaat sebagai inspirasi (ilham atau ide) bagi kehidupan. Ketiga, instruktif. Manfaat sejarah sebagai pelajaran keterampilan atau pengetahuan generasi terdahulu. Keempat, edukatif. Sejarah bermanfaat untuk mendidik para pengkajinya, sehingg beroleh kearifan dari masa lampau untuk melangkah di masa kini menuju masa depan.[3]

Menurut George Macauly Trevelyan, terdapat tiga manfaat sejarah. Kesatu, manfaat ilmiah, yaitu kemampuan mengumpulkan fakta dan penyaringan bukti. Kedua, manfaat imajinatif, yakni kemampuan untuk menyeleksi dan mengkategorikan fakta yang telah dikumpulkan lantas menentukan kesimpulan. Ketiga, manfaat sastra, berupa kemampuan untuk menyajikan hasil ilmu dan daya imajinasi dalam bentuk yang menarik.[4]

Bagi kehidupan umat dan bangsa, sejarah penting lantaran manfaat yang dikandungnya. Kesatu, sejarah dapat memberikan gambaran atau pengetahuan tentang dinamika kehidupan umat dan bangsa di masa lampau.[5] Kedua, berbagai peristiwa keumatan dan kebangsaan yang terjadi di masa lampau yang tergambar atau diketahui itu dapat dijadikan pedoman untuk menjauhi peristiwa serupa jika bernilai kurang baik dan meneladani peristiwa serupa jika bernilai baik.

Ketiga, bukan sekadar mengingat data dan fakta, melainkan dari data dan fakta sejarah itu, umat dan bangsa dapat memaknai sejarah, yaitu menggali sebab-sebab terjadinya peristiwa sejarah untuk kepentingan masa kini dan masa depan. Selain berbeda, corak kehidupan masa lampau dengan masa kini dan masa depan pun memiliki kesamaan. Dalam konteks kesamaan itulah sebab-sebab peristiwa dapat dikuak relevansinya dengan masa kini dan masa depan.

Oleh karena itu, pelajaran sejarah penting dan bermanfaat bahkan wajib dilaksanakan di berbagai lembaga pendidikan. Menurut C.P. Hill [6], ada beberapa fungsi atau manfaat pelajaran sejarah bagi peserta didik. Kesatu, memuaska rasa ingin tahu (need to know) peserta didik perihal kehidupan orang lain di masa lampau dan para pahlawan dan membangkitkan kekaguman terhadap kehidupan mereka. Ringkasnya, menunjukkan nilai-nilai dan sosok-sosok teladan.

Kedua, mewariskan kebudayaan umat manusia kepada peserta didik. Sebab, dalam kadar tertentu, nilai-nilai kebudayaan bersifat universal (berlaku di mana pun) dan dapat dijadikan inspirasi oleh siapapun. Ketiga, membangun dan meningkatkan Nasionalisme (rasa cinta Tanah Air) peserta didik. Dengan begitu, peserta didik bukan saja memendam rasa cinta Tanah Air, melainkan juga akan berkontribusi dalam menjaga eksistensi dan memajukan bangsa ini.

Akhirnya, manfaat sejarah bukan hanya menegakkan nilai-nilai kebenaran, namun juga melestarikan nilai-nilai kebaikan dan keindahan. Sejarah bukan hanya bermanfaat bagi keilmuan, tetapi juga bagi hiburan dan terutama membangun imajinasi untuk beraksi. Sejarah bukan hanya membentuk pemikiran, tetapi juga perasaan. Jika orang-orang memiliki kesadaran sejarah, maka orang-orang ini bukan hanya akan membentuk ideologi, tetapi juga turut serta membangun tatanan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan yang lebih baik.

Sejarah Yang Bermanfaat

Seiring bentangan kehidupan umat manusia berbeda generasi semenjak zaman purba hingga kini, maka sejarah pun membentang demikian panjangnya. Kalau ditulis seluruh rinciannya, tentu ia bukan hanya membutuhkan tulisan yang sangat panjang, melainkan juga pengetahuan yang luas. Andaikan harus dihapal, maka rasa-rasanya tiada satu orang pun yang mampu melakukanya. Oleh sebab itu, kata pepatah, goresan tinta lebih tahan lama dibanding ingatan.

Artinya, sejarah memang harus ditulis dan ditelaah. Tentu tidak semuanya, melainkan sejarah yang bermanfaat saja. Apa itu sejarah yang bermanfaat? Ialah informasi kesejarahan yang memenuhi kriteria manfaat sejarah sebagaimana telah dijelaskan tadi. Secara ringkas, sejarah yang bermanfaat akan mengantarkan para pengkajinya kepada kebenaran, kebaikan, dan keindahan hidup di masa kini dan menyongsong masa depan yang lebih damai dan lebih maju.

Setidaknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, manfaat sejarah dan sejarah yang bermafaat terkandung dalam informasi kesejarahan yang bukan hanya kritis, namun juga kontekstual, nasionalistis, dan multikultural.


Referensi

Gottschalk, Louis. 1986. Mengerti Sejarah. Diterjemahkan oleh Nugroho Notosusanto. Jakarta: UI-Press.

Hatta, Mohammad. 1979. Pengantar Ke Jalan Ilmu dan Pengetahuan. Jakarta: Mutiara.

Hill, C.P. 1956. Saran-Saran Tentang Mengajar Sejarah. Diterjemahkan oleh Hasan Wirastina. Jakarta: Kepustakaan Perguruan Kementrian PP dan K.

Kuntowijoyo. 2001. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Pidato Presiden RI Soekarno: 22 Juni 1966 pada Sidang Umum IV / MPRS.

Suriasumantri, Jujun S. 2005. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Mi’raj Dodi Kurniawan

Sarjana Pendidikan Sejarah UPI. Sedang menyusun tesis di Prodi Sejarah Sekolah Pascasarjana UPI. Pengurus Pusat IKA UPI. Pengurus Ikatan Alumni Pendidikan Sejarah FPIPS UPI. Anggota KAHMI. Pengurus ICMI Orda Cianjur.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close